Logo SantriDigital

pahala setara dengan haji dan umroh

Khutbah Jumat
S
syahputra
1 Mei 2026 5 menit baca 1 views

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَ...

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Saudaraku seiman, hamba Allah yang dirahmati, di hadapan kita terbentang detik-detik yang berharga. Waktu terus berputar, meninggalkannya di belakang adalah sebuah kerugian yang tak ternilai. Seberapa sering kita merenungi hakikat kehidupan ini? Seberapa dalam kita merasakan getaran panggilan Allah, Sang Pencipta yang Maha Pengasih, Maha Penyayang? Hati kita seringkali tertutup oleh debu dunia, telinga kita tersumbat oleh gemuruh kesibukan, mata kita silau oleh kilauan fatamorgana kehidupan. Betapa mendambakan kita untuk dapat menyucikan diri, membersihkan dosa-dosa yang menumpuk, dan kembali kepada fitrah kita sebagai hamba yang taat. Maka, ketahuilah, wahai saudaraku, Allah Ta'ala telah membukakan pintu rahmat yang begitu lebar bagi kita, menawarkan kesempatan yang tak terhingga untuk meraih ampunan dan pahala yang berlipat ganda, bahkan dengan amalan yang mungkin terasa ringan. Dalam Al-Qur'an yang mulia, Allah berfirman, mengingatkan kita akan luasnya karunia-Nya: قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ "Katakanlah (Muhammad), 'Dengan karunia Allah, dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.' (Yang demikian) itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan." (QS. Yunus: 58) Ya, Saudaraku... mari kita merenungi sejenak. Ada sebuah amalan yang luar biasa, sebuah ganjaran yang begitu menggiurkan, yang dibisikkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada kita. Amalan yang dapat menghapus dosa, mengangkat derajat, dan menyamai pahala menunaikan ibadah haji dan umrah. Sungguh, betapa Maha Baik Allah, betapa Maha Kasih Sayang Nabi kita. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Pernahkah hati kita terenyuh mendengar sabda baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam? Beliau bersabda, "Barangsiapa yang mengucapkan: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، إِيْمَانًا بِهِ وَتَصْدِيْقًا لِكَلَامِهِ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ. 'Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dengan penuh keimanan kepada-Nya dan membenarkan firman-Nya.' Maka akan diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang." Hadits ini, Saudaraku, adalah secuil bukti betapa besarnya keutamaan mengucapkan kalimat tauhid dengan penuh penghayatan. Di dalam hadits lain, disebutkan sebuah amalan yang pahalanya menyamai haji dan umrah mabrur. Apakah amalan itu? Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barang siapa yang bertasbih kepada Allah setelah (selesai) shalat fardhu sebanyak tiga puluh tiga kali, dan bertahmid kepada Allah tiga puluh tiga kali, serta bertakbir kepada Allah tiga puluh tiga kali, dan untuk melengkapi seratus, ia mengucapkan: Lâ ilaha illallâhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr, maka akan diampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan." (HR. Muslim) Renungkanlah, Saudaraku... Betapa mudahnya pintu surga terbuka di hadapan kita. Hanya dengan dzikir yang tak begitu lama, kita dijanjikan ampunan dosa yang seabrek, sebanyak buih di lautan yang tak terhitung. Lautan yang terbentang luas, ombaknya mengalun tanpa henti, buihnya bertebaran tiada tara. Dosa-dosa kita, jika dibandingkan dengan buih lautan itu, mungkin terasa begitu banyak, begitu menyesakkan dada. Tapi lihatlah rahmat Allah, lebih luas lagi! Lebih dalam lagi! Cukuplah bagi kita untuk bangun dari kelalaian, dan melaksanakan apa yang telah diajarkan oleh Rasul yang mulia. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Bukan hanya itu, Saudaraku. Ada lagi sebuah amalan yang sungguh menyentuh hati ini, menyadarkan betapa lemahnya diri ini di hadapan keagungan Illahi. Sungguh, tidak ada kekuatan kecuali dari Allah semata. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Menghadiri shalat Subuh berjamaah lebih baik daripada dunia dan seisinya." Lihatlah, Saudaraku. Dunia yang kita perebutkan, kekayaan yang kita kejar, tahta yang kita dambakan, semua itu tak ada apa-apanya di hadapan pahala menghadiri shalat Subuh berjamaah. Jiwa ini begitu merindukan momen kebangkitan di pagi buta, saat bumi masih terlelap dalam kesunyian, saat malaikat pun mungkin sedang bergantian tugas menjaga alam. Saat kita melangkah ke masjid, hati kita bergetar, bukan karena takut pada manusia, tapi rindu pada Sang Pencipta. Saat kita berpaling dari kasur yang empuk, dari selimut yang hangat, demi panggilan Allah, demi ridha-Nya, kita sedang sedang menempuh jalan yang dilalui para kekasih-Nya. Bagaimana mungkin kita dapat menyia-nyiakan kesempatan emas ini? Bukankah haji dan umrah memerlukan biaya, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit? Namun, Allah Maha Pemurah, Maha Bijaksana. Ia memberikan ganjaran setara dengan ibadah agung itu, melalui amalan-amalan yang bisa kita kerjakan di mana saja, bahkan di rumah sendiri; melalui lisan yang basah dengan dzikir dan syukur. Allahumma, sungguh hati ini menangis. Menangis karena teringat dosa-dosa yang telah lalu, teringat kelalaian yang telah bertahun-tahun kita lakukan. Betapa banyak nikmat yang telah Engkau berikan, namun sedikit sekali syukur yang terucap dari lisan ini. Betapa sering maksiat yang kami langgar, padahal Engkau senantiasa melihat kami. Ya Allah, ampuni kami... Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Marilah kita bangun dari tidur panjang kelalaian ini. Biarlah air mata penyesalan ini mengalir membasahi pipi, tanda ketulusan hati untuk kembali kepada-Nya. Mari kita jadikan setiap detak jantung kita sebagai bukti cinta kita kepada Allah. Mari kita ubah kelambanan kita menjadi semangat untuk beribadah, menggapai rahmat dan ampunan-Nya. Jangan biarkan sisa usia ini berlalu begitu saja tanpa makna. Jangan sampai kita menyesal di akhirat kelak, saat penyesalan tak lagi berguna. Ingatlah, Saudaraku, ajal itu pasti datang. Setiap hembusan nafas membawa kita semakin dekat pada perjumpaan dengan-Nya. Di saat itu, harta takkan berguna, pangkat takkan menolong, hanya amal sholeh dan rahmat Allah yang menjadi bekal. Bersemangatlah mengumpulkan bekal itu selagi kita masih mampu. Jadikanlah amalan-amalan sederhana ini sebagai rutinitas harian kita, jangan terlewatkan walau sedetik. Ucapkanlah kalimat tauhid dengan penuh keyakinan, berdzikirlah setelah shalat fardhu dengan khusyuk, tunaikanlah shalat Subuh berjamaah dengan semangat jiwa. Ini adalah kesempatan kita untuk meraih surga-Nya. Ya Allah, dengan rahmat-Mu yang luas, dengan kasih sayang-Mu yang tak terbatas, jebarlah hati kami agar selalu rindu kepada-Mu. Berilah kami kekuatan untuk senantiasa berada di jalan-Mu. Terimalah segala amal ibadah kami, walau sedikit. Jadikanlah kami dari hamba-hamba-Mu yang senantiasa berdzikir dan bersyukur. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →